Si Madu dan Racun berpulang

"Di remang kabutmu
Di tabir mega-megamu
ku terlihat
Dua tangan di balik penggungmu"

"Madu ditangan kananmu
Racun di tangan kirimu
Aku tak tahu mana yang
Akan kau berikan padaku"

Sepenggal lirik dari single legendaris, karya Arie Wibowo ini sempat booming dari era ke era. Saking boomingnya lagu ini, orang sering mengkaitkan nama Arie Wibowo dengan "Si Madu dan Racun". Hampir 2 dekade eksistensinya dipertanyakan di dunia musik, ada kabar tahun ini lelaki kelahiran 15 April 1952 ini ingin kembali dengan membawakan tembang lama berjudul "Jangan Bilang Siapa-siapa" yang pernah ia populerkan bareng Bill&Brod.


Sayangnya tepat sehari menjelang ulang tahun ke 59 (14 April 2011) Penyanyi dan penulis lagu ini menghembuskan nafas terakhirnya tepat pukul 21.00 WIB karena penyakit jantung yang dideritanya. Keinginannya ingin kembali di dunia musik tahun ini, rupanya hanya tinggal rencana yang mustahil ia lakukan lagi.

Dua jam sebelum meninggal, Arie Wibowo mengaku mengalami sesak di bagian dada. Hanya saja, Arie masih menghibur diri dan menyebutnya hanya masuk angin saja. Saat dia sedang main gitar sekitar 6 lagu sambil merokok. Dia bilang, "Aduh, kkok sesak nafas?" Karena sesak di bagian dada yang tak kunjung reda, akhirnya Arie wibowo dibawa ke RS Dharmais, Jakarta Barat. Namun, nyawanya tidak tertolong lagi dan Arie menghembuskan nafas terakhir sejam setelah masuk UGD rumah sakit tersebut.

Meski tak banyak literatur yang mengungkap jati diri musisi senior yang satu ini, tapi nama Arie Wibowo tak bisa begitu saja mudah dilupakan. Bersama musisi legendaris lain, seperti Chrisye, Iwan Leo Kristi, Iwan Fals, dan Franky Sahilatua, 3 Album Arie bersama Nyong Anggoman (keyboard) Rully (Drum) dan Kenny Damayanti (Vocal) Bill&Bord membuatnya menjadi bagian tersendiri dalam sejarah musik nasional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar