Menepis mitos bisnis waralaba

Usaha apapun ditempuh untuk menjalankan bisnis sendiri. Dalam perencanaannya, tidak bisa pada informasi sepintas. begitu pula pada bisnis franchise atau waralaba

Dapat dibilang sebanyak 95 persen bisnis waralaba sukses. Walau demikian, terdapat beberapa mitos seputar bisnis tersebut yang dapat menjerumuskan sang pebisnis ke lembah kegagalan. Hal tersebut sangat mungkin terjadi bila sang enterpreneur terjun ke dunia bisnis waralaba hanya dilandasi ekspektasi tinggi. Namun, kurang memahami realitas bisnis sesungguhnya.
Karena itu, sikap realistis dan hati-hati penting diperhatikan saat akan membuka bisnis baru. Baik dengan merek yang sudah ternama, maupun yang baru dirintis dari awal.
Selain menimbang pro dan kontra tentang bisni waralaba yang akan dilakukan, Anda bisa melakukan survei pendahuluan. Jangan menerima mentah-mentah masukan dari orang lain. Pertimbangkan dengan baik apa yang dikatakan pada Anda, termasuk yang dijelaskan franchisor.
Sebagai bahan pertimbangan Anda, berikut mitos dan fakta seputar bisnis waralaba :


1. Waralaba adalah garansi kesuksesan dalam dunia bisnis
Fakta : Alasan pokok keberhasilan waralaba disebabkan persyaratan mereka yang ketat. Misalnya, banyak waralaba yang mensyaratkan investasi besar. Dimana investasi tersebut sangat substansial nilainya. Karena itu, enterpreneur yang serius saja yang boleh mengikat kontrak.
Dari sekian banyak yang membeli hak waralaba dan terjun kedalam bisnis tersebut, tak semuanya didukung aset yang memungkinkan mereka bisa menunggu timbal balik investasi. Kerap ditemui seorang enterpreneur yang memerlukan waktu cukup lama untuk menuai keuntungan dari bisnis waralaba yang dilakoninya, bagi sebuah franchise sampai menghasilkan keuntungan. Hal tersebut disebabkan oleh investasi, royalti, dan biaya menjadi penyebab kegagalan bisnis warlaba.

2. Anda bisa menjadi Bos
Fakta: Meski Anda menikmati kelebihan sebagai pemilik bisnis, namun tetap saja dibatasi oleh sistem operasi yang digariskan Franchisor. Contohnya, jam operasi bisnis, peralatan dan perlengkapan yang disetujui, serta perangkat pemasaran.

3. Membeli franchise tak terlalu mahal dibanding merintis sendiri
Fakta: Biaya awal untuk membeli bisnis waralaba kadang nilainya sama membangun bisnis sendiri dari bawah.
Hal tersebut wajar jika nilai bangunan, peralatan, dan perlengkapan dibandingkan dengan Franchise fee yang mengizinkan pemakaian nama, logo, merek dagang, dan dalam kasus tertentu material pemasaran.
Lalu ditambah dengan keuntungan yang masih dikurangi royalti. Tentu saja alasan tersebut jangan sampai menyurutkan niat Anda. Kenyataannya, kunci mengelola bisnis waralaba yang menguntungkan adalah menemukan peluang bisnis yang benar-benar tepat untuk Anda.

4. Franchise jelan bebas stres untuk memulai bisnis
Fakta: Membangun bisnis apapun bisa menimbulkan stres dalam masa tertentu. sekalipun bisnis waralaba menawarkan bayak manfaat seperti nma yang sudah dikenal, infrastruktur kerja dan kampanye lewat iklan, namun franchise tak kebal dari naikturunnya kepemilikan bisnis. Segala manfaat yang didapat dari bisnis waralaba datang bersama sejumlah persyaratan. Tak hanya mengharuskan beroperasi dengan berbagai ketentuan seperti dijelaskan sebelumnya, namun mereka juga bertanggung jawab sepenuhnya atassukses keuangan dari bisnis yang dijalankan.
Contohnya, jika suatu bisnis waralaba mengalami penurunan penjualan lebih dari satu bulan. Tak hanya kehilangan pendapatan, bisnis tersebut juga harus memberikan penjelasan kepada franchisor kenapa itu terjadi.

5. Berbisnis waralaba berarrti tak perlu berurusan dengan karyawan
Fakta: Membangun bisnis apapun tak hanya memerlukan investasi keuangan, tetapi juga waktu dan tenaga. Anda akan tetap mnghabiskan waktu, sesdikit apapun, untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan lancar. Dan hal ini memerlukan komunikasi. dan konsekuensinya memerlukan waktu untuk terus berhubungan dengan karyawan.

6. Selalu diproteksi dari kompetisi yang berasal dari produk waralaba lain yang satu area
Fakta: Hal ini bergantung pada kontrak yang dibuat. Jika kesepakatannya kuat, Anda akan terlindung dari kompetisi yang tidak diinginkan Selain itu, Anda juga harus memperhatikan baik-baik klausul jangka waktu kapan wilayah Anda terbuka untuk negoisasi.
Jalan untuk mencapai kesepakatan terbaik dengan franchisor, gunakanlah jasa konsultan hukum. Hal tersebut berguna untuk menelaah dokumen-dokumen penting sebelum menyepakati semua ketentuan yang ada didalamnya.

7. Bisnis waralaba merupakan jaringan bisnis paling populer dan menguntungkan
fakta: Meski banyak studi menunjukkan bisnis waralaba memberikan pengembalian investasi lebih besar dibanding yang lain, namun tak semua jaringan bisnis menguntungkan adalah bisnis waralaba. Kasus seperti Starbucks, dijalankan dengan model perusahaan pribadi. Hal ini berarti, perusahaan memiliki tiap outlet, akan tetapi diperlukan manajer yang direkrut untuk menjalankan semua itu. Dalam bisnis apapun, calon pemilik harus menyiapkan diri untuk bekerja keras, meluangkan waktu, dan dalam kasus tertentu menyediakan modal. Satu-satunya jalan yang memberi garansi kesuksesan adalah menemukan bisnis yang benar-benar memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia ditangan Anda.
Akhirnya, tetap optimistis sepanjang Anda memahami perlunya dedikasi tinggi untuk menjalankan bisnis prospektif, termasuk bisnis waralaba.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar