Konsumerisme

Ketika orang berbicara tentan konsumerisme, orang seringkali berpikiran negatif. Konsumerisme hanya dipandang sebagai gaya hidup bermewah-mewahan, memuja materi tanpa mempedulika orang lain. Pemikiran tersebut tidaklah salah. Hanya saja tidak sepenuhnya benar.

Konsumerisme sebagai hak konsumen



Konsumerisme sebagai sebuah perlindungan hak-hak konsumen dilakukan seringkali konsumen dirugikan. Ada oengusaha-pengusaha yang tidak jujur dalam beriklan. mereke menutup-nutupi informasi. ketika menjual obat, misalnya, mereka sering kali tidak memberi tahu dampak buruk obat tersebut. Ada pula pengusaha yang melakukan taktik dagang yang menipu konsumen. Hal-hal seperti ini yang menjadi perhatian masyarakat dan juga pemerintah. Pada dasarnya, konsumen memiliki hak dasar sebagai berikut.

1. Hak akan keselamatan
2. Hak untuk diberi informasi
3. Hak untuk memilih
4. Hak untuk didengan (mendpat ganti rugi)
5. Hak untuk menikmati lingkungan yang bersih dan menyehatkan
6. Hak orang miskin dan minoritas lain untuk dilindungi kepentingannya.

Konsumerisme sebagai gaya hidup
Isu tentang konsumerisme terus berkembang, bukan terbatas pada masalah hak konsumen saja.
Orang menjadi sering menghubungkan konsumerisme dengan gaya hidup memuja materi. Barang dikonsumsi bukan sekedar memnuhi kebutuhan hidup, namun sudah beralih pada persoalan identitas.
Contoh :manusia memang memerlukan pakaian, tapi pakaian itu haruslah bermerek agar dipandang orang. orang jugg membeli barang bukan karena kebutuhan, namun karena gensi. Akibatnya orang membeli barang yng sebenaranya tidak dibutuhkan, Hal ini dapat menimbulkan kecemburuan sosial.

Konsumerisme dan lingkungan hidup
Lingkungan hidup juga seringkali dikaitkan dengan konsumerisme Semakin menurunnya kualitas lingkungan hidup merupakan salah satu dampak konsumerisme sebagai sikap yang mengagungkan materi. Misalnya, penggunaan plasik yang memang tidak bisa didaur ulang. atau penggunaan kertas yang menggunduli hutan-hutan dunia. Tak heran bila konsumerisme dituduh sebagai biang rusaknya lingkungan hidup.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar