Puasa sebagai penyembuh penyakit

Marhaban ya Ramadhan.. kurang dari 15 hari lagi kita berjumpa kembali lagi dengan bulan ramadhan bulan seribu bulan, Perintah Puasa selama sebulan penuh pun kita jalankan. Perintah puasa telah diwajibkan bukan hanya kepada umat Islam tetapi juga kepada umat-umat lain yang hidup sebelumnya, seperti umat Nabi Daud dan lain-lain. Bagi sebagian masyarakat (terutama masyarakat barat) ibadah ini dianggap sebagai perintah yang aneh dan tak manusiawi. Akan tetapi, dunia kedokteran, membuktikan bahwa puasa ternyata tidak mengganggu kesehatan justru dengan puasa beberapa penyakit bisa disembuhkan, Subhanallah
Tapi, apakah kita tahu apa saja manfaat puasa bagi jasmani kita?? berikut paparan Dokter Wahyu satria mengenai puasa dalam ilmu Medis.

Menurut dokter Wahyu Satria, salah satu seorang dokter umum, puasa adalah sarana mengistirahatkan organ lambung, usus, yang pada hari-hari biasa dipakai secara terus-menerus selama dua puluh emmpat jam. Kendati pun masukan makanan ke tubuh hanya tiga kali sehari. Prosesnya adalah, setelah makan, selama lima jam kemudian makanan di proses di lambung, kemudian di usus. begitu seterusnya.
Akibatnya terjadi keletihan dalam organ-organ tubuh, seperti lambung. tidak heran bila sering kali terjadi gangguan lambung. dengan istirahat selama sebulan saat Ramadhan, sangat membantu pemulihan organ pencernaan. bahkan ada beberapa penyakit yang dapat dipercepat penyembuhan lewat puasa. Misalnya kelebihan kolesterol, sangat dianjurkan puasa senin dan kamis, Demikian juga penyakit kegemukan, hipertensi, kencing manis, dan asam urat.

Pada penyakit-penyakit tertentu, terapi dengan puasa sangat dianjurkan. Seperti pada penyakit typus ada luka pada ususnya, apabila dipaksakan usus akan terluka, sehingga bisa terjadi pendarahan. penderita sama sekali tidak boleh bergerak, sampai luka lambungnya sembuh.

Kita tak perlu khawatir apabila kita tidak pernah berpuasa sebelumnya, terutama bagi para muallaf, atau bagi mereka yang selama satu tahun tidak menjalankan puasa sunnah, karena kebutuhan kalori tubuh kita akan diambil dari cadangan lemak tubuh.
Dokter Wahyu menyarankan supaya berbuka mengurangi makanan yang berlebihan, karena selama sehari jantung bekerja secara perlahan, ketika makan dalam jumlah banyak, jantung terpacu untuk bekerja lebih berat. ada baiknya jug memilih jenis makanan yang mengandung karbohidrat, gula dan kurangi makanan berlemak, yang mengakibatkan perut menjadi kembung dan pencernaan terganggu.

Penderita menahun & Ibu hamil
Beberapa penderita penyakit menahun seperti TBC sampai kanker (darah atau payudara) dimana penykit ini mengambil sari makanan dalam tubuh secara perlahan, penderita ini boleh berpuasa. Tetapi pada saat sahur dan berbuka, mereka harus mengusahakan banyak mengkonsumsi jenis makanan yang banyak mengandung protein dan kalori dan jangan pernah mengurangi makanan, terutama pada saat buka dan sahur.

Begitu pun untuk ibu hamil. Penelitian di dunia kedokteran membuktkan bahwa puasa tidak berpengaruh untuk kesehatan Ibu hamil. beberapa ibu hamil yang berpuasa terlihat janinnya tetap aktif. akan tetapi ibu hamil harus memperhatikan porsi makannya, yang harus dua kali lipat dari jumlah makan biasa.
janin, menerima masukan energi dari lemak ibunya. ibu hamil yang tidak mendapat masukan makanan dari yang seharusnya, akan menderita keropos tulang, karena diserap oleh bayinya. itulah sebabnya porsi makan ibu hamil harus lebih banyak. Anak-anak pun bisa dilatih berpuasa. Bisa dimulai dari usia dini, minimal usia tiga tahun. tidak usah memaksakan mereka untuk berpuasa selama setengah hari apalagi sampai satu hari. cukup beberapa jam saja. berpuasa bagi anak-anak tujuannya lebih kepada pembiasaan saja. Untuk itu tidak perlu melakukan puasa secara syari'at.
Yang tidak boleh berpuasa, mereka yang diare dan penyakit demam yang tinggi. penderita ini diharuskan untuk banyak minum air, apabila kita sedang dalam kondisi pengobatan, misalnya diharuskan minum obat tiga kali sehari, minta kepada dokter supaya diberikan dosis dua kali sehari yang dapat diminum saat berbuka dan saur. Insya Allah ini tidak mengganggu bagi mereka dalam penyembuhan.
(dikutip dari "Hidayah" edisi 16)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar