Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Hikmah Ramadhan & Ibadah puasa [part 1]

Setiap habis Ramadhan..
hamba rindu lagi Ramadhan
Umur hamba di tahun depan berilah hamba kesempatan


Lirik lagu yang dinyanyikan grup kenamaan Bimbo ini terasa menggetarkan hati. Ramadhan memang selalu dirindukan kehadirannya oleh umat Islam. Dibulan ini menjadi pelajaran rohani dan menetapkan bulan ini sebagai bulan memperbaiki diri, kearah pribadi yang lebih baik.

menurut cerita, Rasulullah dan para sahabatnya, mempersiapkan bulan suci ini dengan penyambutan yang luar biasa, Rasulullah mengajak umatnya untuk mempersiapkan ibadah dua bulan sebelumnya di bulan Rajab dan Sya'ban. Mereka mulai meningkatkan amal ibadahnya, dengan memperbanyak tadarus dan shalat. itulah sebabnya ketika bulan suci tiba, mereka akan menyambutnya dengan suka cita.


Allah Swt. telah mengistimewakan bulan Ramadhan dari bulan-bulan lainnya dengan berbagai keistimewaan dan keutamaan diantaranya: "Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah daripada aroma minyak kasturi"
"Para malaikay memohonlan ampunan bagi orang yang berpuasa hingga berbuka"
"Setiap di bulan Ramadhan Allah menghiasi surga-Nya seraya berkata, "Hampir tiba saatnya para hamba-hambaKu yang saleh melepaskan segala beban dan gangguan serta segera menuju engkau (surag) !
Para setan dibelenggu
Dibukanya pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka.
Didalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Akan diberi pengampunan bagi orang-prang yang berpuasa pada malam terakhir bulan Ramadhan.
Dibanding dengan ibadah-ibadah wajib lain, puasa Ramadahan memiliki keistimewaan tersendiri. Rasulullah SAW. Bersabda, "Seluruh amal bani Adam diperuntukkan baginya, ALlah Ta'ala berfirman : Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu hanya bagi Ku, dan Aku yang akan membalasnya. Ia Rela meminggalkan makanan dan syahwatnya karena Aku.
Diriwayatkan dalam sebuah hadits, "Ia meninggalkan makanannya karena Aku, ia meninggalkan minumannya karena Aku, ia meninggalkan syahwatnya karena Aku, dan ia meninggalkan isterinya karena Aku." (H.R Ibnu Khuzaimah di dalam sahihnya)
Puasa sudah dikenal oleh masyarakat Arab sejak jaman pra islam, dimana sejak jaman jahiliyah suka melaksanakan puasa pada hari Asyura sebagai penghormatan terhadap hari tersebut. Oleh karena itu ketika Nabi saw. memerintahkan puasa di hari Asyura kemudian puasa Ramadhan sebagaimana firman Allah : Telah diwajibkan atas kamu berpuasa (QS;Al-baqarah 183), mereka pun memahami arti puasa tersebut dan bergegas pula untuk melaksanakannya.
Dinegara kita, seelum Islam dipelukk oleh sebagian rakyatnya, nenek moyang kita sudah mengenal berbagai macam puasa yang bersumber dari ajaran Hindu. Tanpa kriteria yang jelas, ada berbagai macam puasa, ada puasa mutih, atau puasa-puasa di bulan Jawa. Umumnya puasa yang dilakukan bersifat rohani saja. walaupun berpuasa tetapi tetap menyantap makanan dan minuman. mereka juga tidak melaksanakan puasa dari kebutuhan biologis.
Sebagian diantara mereka juga menjalankan puasa maraton berhari-hari lamanya. oleh karena itu, fisik dan jiwa mereka menjadi lemah karena keletihan. Puasa seperti ini tidak dapat dilaksanakan semua orang, kecuali oleh sebagian tertentu saja. Dan puasa seperti ini tidak sesuai dengan tuntunan ajaran ISlam.
Arti puasa yang diperintahkan sebagaiman tercantum di dalam Al-Qur'an dan AS-sunnah adalah, Menahan dan mengekang diri dari hasrat memnuhi keinginan perut dan kebutuhan biologis dari sesuatu yang diperbolehkan dengan motif mendekatkan diri kepada Allah ta'ala.
Jadi puasa menurut syara' adalah,Menahan dan mengekang keinginan diri dari makan dan minum, dan dari menggauli isteri (sex) termasuk kategori dalam pengertian sepanjang hari. Yakni mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari, dengan motif dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

bersambung....
Selengkapnya...

Puasa sebagai penyembuh penyakit

Marhaban ya Ramadhan.. kurang dari 15 hari lagi kita berjumpa kembali lagi dengan bulan ramadhan bulan seribu bulan, Perintah Puasa selama sebulan penuh pun kita jalankan. Perintah puasa telah diwajibkan bukan hanya kepada umat Islam tetapi juga kepada umat-umat lain yang hidup sebelumnya, seperti umat Nabi Daud dan lain-lain. Bagi sebagian masyarakat (terutama masyarakat barat) ibadah ini dianggap sebagai perintah yang aneh dan tak manusiawi. Akan tetapi, dunia kedokteran, membuktikan bahwa puasa ternyata tidak mengganggu kesehatan justru dengan puasa beberapa penyakit bisa disembuhkan, Subhanallah
Tapi, apakah kita tahu apa saja manfaat puasa bagi jasmani kita?? berikut paparan Dokter Wahyu satria mengenai puasa dalam ilmu Medis.

Menurut dokter Wahyu Satria, salah satu seorang dokter umum, puasa adalah sarana mengistirahatkan organ lambung, usus, yang pada hari-hari biasa dipakai secara terus-menerus selama dua puluh emmpat jam. Kendati pun masukan makanan ke tubuh hanya tiga kali sehari. Prosesnya adalah, setelah makan, selama lima jam kemudian makanan di proses di lambung, kemudian di usus. begitu seterusnya.
Akibatnya terjadi keletihan dalam organ-organ tubuh, seperti lambung. tidak heran bila sering kali terjadi gangguan lambung. dengan istirahat selama sebulan saat Ramadhan, sangat membantu pemulihan organ pencernaan. bahkan ada beberapa penyakit yang dapat dipercepat penyembuhan lewat puasa. Misalnya kelebihan kolesterol, sangat dianjurkan puasa senin dan kamis, Demikian juga penyakit kegemukan, hipertensi, kencing manis, dan asam urat.

Pada penyakit-penyakit tertentu, terapi dengan puasa sangat dianjurkan. Seperti pada penyakit typus ada luka pada ususnya, apabila dipaksakan usus akan terluka, sehingga bisa terjadi pendarahan. penderita sama sekali tidak boleh bergerak, sampai luka lambungnya sembuh.

Kita tak perlu khawatir apabila kita tidak pernah berpuasa sebelumnya, terutama bagi para muallaf, atau bagi mereka yang selama satu tahun tidak menjalankan puasa sunnah, karena kebutuhan kalori tubuh kita akan diambil dari cadangan lemak tubuh.
Dokter Wahyu menyarankan supaya berbuka mengurangi makanan yang berlebihan, karena selama sehari jantung bekerja secara perlahan, ketika makan dalam jumlah banyak, jantung terpacu untuk bekerja lebih berat. ada baiknya jug memilih jenis makanan yang mengandung karbohidrat, gula dan kurangi makanan berlemak, yang mengakibatkan perut menjadi kembung dan pencernaan terganggu.

Penderita menahun & Ibu hamil
Beberapa penderita penyakit menahun seperti TBC sampai kanker (darah atau payudara) dimana penykit ini mengambil sari makanan dalam tubuh secara perlahan, penderita ini boleh berpuasa. Tetapi pada saat sahur dan berbuka, mereka harus mengusahakan banyak mengkonsumsi jenis makanan yang banyak mengandung protein dan kalori dan jangan pernah mengurangi makanan, terutama pada saat buka dan sahur.

Begitu pun untuk ibu hamil. Penelitian di dunia kedokteran membuktkan bahwa puasa tidak berpengaruh untuk kesehatan Ibu hamil. beberapa ibu hamil yang berpuasa terlihat janinnya tetap aktif. akan tetapi ibu hamil harus memperhatikan porsi makannya, yang harus dua kali lipat dari jumlah makan biasa.
janin, menerima masukan energi dari lemak ibunya. ibu hamil yang tidak mendapat masukan makanan dari yang seharusnya, akan menderita keropos tulang, karena diserap oleh bayinya. itulah sebabnya porsi makan ibu hamil harus lebih banyak. Anak-anak pun bisa dilatih berpuasa. Bisa dimulai dari usia dini, minimal usia tiga tahun. tidak usah memaksakan mereka untuk berpuasa selama setengah hari apalagi sampai satu hari. cukup beberapa jam saja. berpuasa bagi anak-anak tujuannya lebih kepada pembiasaan saja. Untuk itu tidak perlu melakukan puasa secara syari'at.
Yang tidak boleh berpuasa, mereka yang diare dan penyakit demam yang tinggi. penderita ini diharuskan untuk banyak minum air, apabila kita sedang dalam kondisi pengobatan, misalnya diharuskan minum obat tiga kali sehari, minta kepada dokter supaya diberikan dosis dua kali sehari yang dapat diminum saat berbuka dan saur. Insya Allah ini tidak mengganggu bagi mereka dalam penyembuhan.
(dikutip dari "Hidayah" edisi 16)
Selengkapnya...

Latar Belakang terjadinya Peristiwa Isra' dan Mi'raj

Kita baru aja ngelewatin peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 29 juni tadi. kira-kira ada yang tau gak Peristiwa Isra dan Mi'raj itu apa sebabnya? baiklah disini kita akan sama-sama menyimak Latar belakang terjadinya Isra' dan Mi'raj, Historinya, dan penjelasan secara ilmiah oleh Prof. Achmad baiquni. Biar Iman kita tetap teguh dan kuat. Amin !

Latar Belakang terjadinya peristiwa Isra' dan Mi'raj
Adapun terjadinya peristiwa Isra' dan Mi'raj adalah dikarenakan bumi merasa bangga terhadap langit. berikut ceritanya :

Berkatalah Bumi kepada langit, "Hai langit, aku lebih baik dari kamu karena Allah SWT telah menghiasi aku dengan berbagai negara, laut, sungai-sungai, tanaman, gunung-gunung, dll".

Langit tidak mau tinggal diam, dia pun berucap, "hai bumi, aku juga lebih elok darimu karen matahari, bulan, bintang-bintang, beberapa falah, buruj, 'arasy, kursi dan syurga ada padaku."
Berkata bumi,"Hai langit, ditempatku ada rumah yang dikunjungi dan untuk berthawaf yaitu baitullah oleh para nabi, para utusan dan arwah para wali dan solihin."

Bumi berkata lagi,"Hai langit, sesungguhnya pemimpin para nabi dan utusan bahkan sebagai penutup para nabi dan kekasih Allah seru sekalian alam, seutama-utamanya segala yang wujud serta kepadanya penghormatan yang paling sempurna itu tinggal ditempatku. Dan dia menjalankan syari'atnya juga ditempatku."
Langit tidak dapat berkata apa-apa lagi, setelah bumi berkata seperti itu. Langit mendiamkan diri dan menghadap Allah SWT dengan berkata "Ya Allah, engkau telah mengabulkan permintaan orang yang tertimpa musibah, apabila mereka berdoa kepada engkau. Aku tidak dapat menjawab soala bumi, oleh karena itu aku meminta kepada-Mu ya Allah supaya Muhammad Engkau dinaikkan kepadaku sehingga aku menjadi mulia dengan kebagusannya dan berbangga".

Lalu Allah SWT mengabulkan permintaan langit, kemudian Allah SWT memberi wahyu kepada jibril As pada malam tanggal 27 rajab, "Janganlah engkau (JIbriL) bertasbih pada malam ini dan engkau 'Izrail jangan engkau mencabut nyawa pada malam ini". Jibrail as bertanya , "Ya Allah, apakah kiamat telah sampai?" Allah SWT Berfirman, "Tidak wahai JIbril, tetapi pergilah engkau ke surga dan ambillah buraq dan terus pergi kepada Muhammad dengan buraq itu".

Kemudian Jibril as pun pergi dan dia melihat 40.000 buraq sedang bersenang-senang di taman surga dan di wajah masing-masing terdapat nama Muhammad. diantara 40.000 buraq itu, JIbril As terpandang pada seekor buraq yang sedang menangis bercucuran airmatanya. Jibril As menghampiri buraq itulalu bertanya,"mengapa engkau menangis, ya buraq?". Berkata buraq, "Ya Jibril, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 tahun, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mau makan dan minum lagi. Aku seperti dibakar oleh api kerinduan."
Berkata Jibril as, "Aku akan menyampaikan engkau kepada orang yang engkau rindukan itu". Kemudian Jibril as memakaikan pelana dan kekang kepada buraq itu dan membawanya kepada Nabi muhammad SAW. Buraq yang diceritakan inilah yang membawa Rasulullah SAW dalam perjalanan Isra dan MI'raj.
Selengkapnya...

4 Hal mengapa Ayah harus dihargai

Dunia memperingati 1 Juni sebagai Hari Ayah. Memang tak banyak yang tahu, karena biasanya lebih fokus pada penghormatan sosok ibu setiap 22 Desember. Dirayakan atau tidak, yang jelas ayah layak dihormati dan dihargai. Jasa-jasanya begitu besar, tak kalah dengan ibu.

Namun sayang, tak sedikit anak yang justru mengabaikan ayahnya. Ada anak yang suka membangkang perintah ayah, mambantah kata-katanya mencap ayahnya kejam, kuno, pelit, dll. Tak sedikit anak yang merasa malu dengan sosok ayahnya, rendah diri, merasa hina, tidak bangga, bahkan minder sekedar menyebut nama ayah dihadapan teman-temannya. terlebih jika profesi ayah dinilai rendahan, biasa saja dan tidak bonafid.

Akibatnya, kerap kali hubungan anak-ayah menjadi renggang. terlbeih jika akan sudah beranjak dewasa, ayah sudah bukan menjadi tumpuan rujukan lagi. kecintaan anak-ayah makin menipis, hubungan anak-ayah hambar, kaku, formal bahkan renggang. Jangankan peluk-cium, sapaan pun sekadar basa-basi di bibir.

Yang lebih parah lagi, ada anak sampai membenci ayahnya, hingga mengabaikan tatanan Islam. Seperti kabur dari rumah tanpa pamit, menikah tanpa restu ayahnya atau memutuskan silaturrahim dengan ayah kandung dengan berbagai alasan. Hal tersebut tentunya tidak layak dilakukan anak yang mengaku shalih-shalihah. Untuk itu, anak perlu memahami pentingnya peran ayah berikut jasa-jasanya. Seperti :

Ayah adalah pemberi nafkah
Ayahlah yang memberi makan kita sejak dalam kandungan hingga dewasa. Juga, menopang keperluan hidupa anak-anaknya hingga dewasa, yakni anak perempuan sampai menikah dan anak laki-laki sampai ia bekerja. Bayangkan, jika dinilai rupiah, berapa trilyun nafkah yang sudah dialirkan ayah demi anaknya?

Ayah Sebagai pendidik anak
Ayah bukan sekedar tempat menadah materi, uang saku, SPP, baju baru, tapi punya kewajiban sebagai pelindung pengayom dan pendidik anak. Adalah wajar jika nasihat-nasihat meluncur dari mulutnya, karena tugasnya membimbing dan mendidik anak agar shalih-shalihah. Ayah adalah perisai agar buah hatinya tidak tergelincir dalam kenistaan.

Ayah adalah wali bagi anak, khususnya perempuan.
Anak perempuan berada dalam naungan wali, yakni ayah kandungnya. jika akan keluar rumah, anak harus izin. Kalau hubungan dengan ayah baik, pasti izin tidak maslaah asal untuk kebaikan. JIka akan menikah, harus direstui ayah, karena ayah yang berhak menikahkan anak perempuannya. Jangan sampai karen atidak harmonis, menikah tanpa ayah. Tentu tidak sah.

Ayah mewariskan nama baik dan harta jika telah wafat
Ayah menjalankan fungsi sebagai pelestari keturunan. Keberadaan anak sangat membanggakannya, sebagai pewaris nama baik dan penerus cita-citanya. Ayah tak mengharap apapun dari anak, bahkan akan berusaha mencukupi kebutuhan anaknya hingga ia meninggal. Sebab itu anak berhak atas warisannya.

Dengan melihat hal diatas, sangat wajar jika anak wajib berbakti, menjada nama baiknya, merawt saat ia renta dan mendoakannya ketika ia telah tiada. Jangan sampai di akhir masa hidupnya, karena tidak dekat dengan ayah, malah ayah dikirm ke panti jompo. juga tidak pernah mendoakannya karena kesibukan dunia.

Mari, mulai sat ini kita menjaga hubungan dengan ayah. Sebagaimana Rasulullah SAW begitu dengan Fatimah, Fatimahlah yang merawat Rasulullah SAW diakhir hayatnya.

Selengkapnya...